• Logo HKI

  • Kalender

    November 2014
    S S R K J S M
    « Mar    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Logo HKI-Tangerang

  • PP HKI 2011-2015

Logo HKI-Tangerang

Simbol HKI

Bahan Khotbah Lukas 10:38-42

KEHIDUPAN YANG TERBAIK ialah MENGUTAMAKAN TUHAN

Pembuka

Berbagai bentuk kehidupan manusia, keragaman ini akan menunjukkan akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Keragaman itu juga menjadi alat yang melengkapi kehidupan dan segenap mahluk yang ada di bumi. Namun keanekaragaman itu hendaknya juga dilihat sumbernya berasal darimana dan hendak bagaimana?

Tentunya manusia mengakui ada kekuasaan yang menciptakan dunia ini dengan segala isinya, pencipta itu ialah sosok yang Maha Kuasa, secara umum, disebutlah itu Tuhan. Maka dengan demikian maka hendaklah kiranya segala sesuatu yang dimiliki dan dilaksanakan manusia dalam hidupnya seturut dengan kehendak Tuhan. Oleh karena Tuhan yang Maha Kuasa dan Penentu kehidupan manusia sekrang yang abadi, maka hendaklah manusia “lebih mengutamakan Allah daripada yang lainnya”.

Keterangan Nats

Ayat 38-39

Yesus melaksanakan pengajaran dengan berkeliling dari tempat yang satu ketempat yang lain. Pengajaran Yesus disambut dengan berbagai cara oleh orang-orang pada zaman itu. Nats ini menerangkan bahwa Yesus pernah kerumah seorang perempuan yang bernama Marta. Marta memiliki saudara perempuan yang bernama Maria, dalam ayat lain juga disebutkan bahwa Marta adalah saudara Lazarus, namun dalam perikop ini tidak dijelaskan tentang hal itu.

Pada saat kedatangan Yesus ke rumah Marta, Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan Yesus. Maka dengan demikia dapat disebutkan bahwa Yesus pada saat itu memberikan pengajaran-pengajaranNya bagi orang-orang yang ada dirumah tersebut (termasuk murid-murid Yesus yang juga besertaNya). Cara mendengarkan yang disampaikan Lukas dalam Injil ini yakni dengan adanya kata ‘terus’ kata ini menunjukkan bahwa Maria mendengarkan Yesus tanpa henti atau terus menerus dalam mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh Yesus.

Ayat 40

Kedatangan Yesus tersebut disambut Marta dengan melayani tamunya, pada awalnya hal itu tidak jadi permasalahan dan menjadi masalah dalam melayani/menjamu tamu yang hadir. Namun, Marta mendekati Yesus dan berkata ‘Tuhan tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku’ perkataan ini sesungguhnya adalah wujud dari kurangnya pengertian Marta tentang sesuatu hal yang lebih penting atau hal yang utama dalam hidup. Pada sisi lain Marta cemburu dengan keberadaan yang berbeda dari pola pelayanan yang dilakukan oleh Maria dengan yang dilakukannya.

Ayat 41 Yesus menjawab Marta ‘Marta, Marta engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara’. Jawaban Tuhan ini menunjukkan bahwa pertanyaan maupun perintah yang disampaikan oleh Marta itu tidak benar, kemungkinan datang hati yang cemburu (Marta cemburu dengan pelayanan yang dipilih oleh Maria dalam melayani Yasus yang menjadi tamunya pada saat itu). Dalam jawaban yang disebrikan oleh Yesus kepada Marta dilengkapi dengan perkataan:

1. Engkau Kuatir

Marta adalah orang yang kuatir dalam pandangan Yesus yang penuh kebenaran itu, kenapa? Marta kuatir dengan keberadaan dan sikap Maria itu adalah salah. Sebab kebiasaan dan adat istiadat Yahudi yang mengharuskan bahwa wanita/perempuan adalah melayani (menyiapkan jamuan bagi tamu maupun bagi keluarga), dengan kata lain perempuan itu adalah ‘bekerja di dapur’. Disisi lain Marta memiliki kekuatiran akan pelayanan yang dilaksanakannya kurang maksimal dalam melayani tamu-tamunya.

2. Menyusahkan diri dengan banyak perkara

Pandangan dari jawaban Yesus juga menerangkan bahwa Marta telah menyusahkan dirinya dengan banyak perkara. Maksudnya ialah Marta terlalu sibuk memikirkan pelayanan yang seharusnya dilaksanakan oleh tuan rumah bagi tamunya. Marta belum menyadari bahwa bagian pelayanan yang dilakukan oleh Maria adalah baik atau tidak.

Ayat 42

Selanjutnya, Yesus menyatakan bahwa yang dilaksanakan oleh Maria itu adalah bahagian yang terbaik. Sebab yang didengarkan oleh Maria adalah suara yang keluar dari Tuhan sendiri. Pilihan Maria adalah yang terbaik dan yang kekal, sebab pilihannya ialah Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan. Lebih baik kita mendahulukan Allah yang abadi dan memberikan kehidupan daripada yang lainnya yang hanya sementara.

Aplikasi

1. Mengutamakan yang Rohani daripada yang Duniawi

Seperti yang ditunjukkan oleh Maria dan Marta, yang dilaksanakan oleh Maria ialah pelayanan Rohani sedangkan yang dilaksakan oleh Marta ialah pelayanan Jasmaniah. Yesus berkata bahwa yang dilaksanakan oleh Maria-lah yang terbaik daripada yang dilaksanakan oleh Marta. Maka dengan demikian Tuhan berkehendak kepada hal-hal yang rohaniah daripada yang Jasmaniah dalam pelayanan. Kekriatenan sekarang cendrung seperti yang dilaksanakan oleh Marta, yakni dengan mengutamakan pelayanan yang jasmaniah. Jemaat juga teridentivikasi demikian, sebab ketika ada kebaktian dengan acara makan-makan disitulah masuk dalam daftar beribadah.

2. Jangan Cemburu tehadap orang yang melayani Tuhan dengan caranya

Marta cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Maria dalam melayani Yesus, Maria mendengarkan Firman Yesus sendiri dan hal itu dicemburui oleh Marta, dengan segala ketidak mengertiannya tentang kebenaran.

3. Memilih yang terbaik

Banyaknya pilihan dalam kehidupan ini hendaknya menambah kekritisan kita untuk memilih yang terbaik. Namun pilihan yang utama tetap Tuhan Allah sebab hanya Dia Maha Baik/Maha Kasih. Pilihan waktu dan kegiatan hendaknya dipilih dengan kebijaksanaan yang dari Allah. Maka dengan mendengarkan Firman saat ini, diminta kepada seluruh umat agar lebih mengutamakan Allah dan kebenarannya. Hal itu sama dengan lebih mengutamakan mendengarkan Firman Allah pada waktu yang ada daripada mengerjakan hal-hal yang lain dengan berbagai keperluan-keperluan sementara. Sebab ciri orang yang percaya di dalam Allah akan mengutamakan Allah dan itulah Kasih yang terbesar. Setelah kita mengutamakan Allah maka kekuatiran akan hilang, perkara-perkara akan kalah, sebab Tuhan Allah itu adalah Kasih dan Kebenaran yang membawa Damai sejahtera serta kehidupan yang Kekal.

Tuhan Memberkati kita….

Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

Rancangan Program 2011

St.Halomoan Nababan (SEKRETARIS HKI JEMAAT TANGERANG)

RENCANA PROGRAM JEMAAT HURIA KRISTEN INDONESIA

HKI-TANGERANG RESORT BANTEN

TAHUN 2011

 

PENDAHULUAN

Puji syukur bagi Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja yang senantiasa menyertai dan membimbing umatNya dengan kasih karuniaNya. Sehingga jemaatNya dapat memuji dan menjalankan aktivitas sehari-hari dalam suasana damai dan tenteram hingga Tahun 2010 ini. Khususnya untuk jemaat HKI-Tangerang yang dengan setia memuji dan memuliakan Tuhan dalam suka dan duka. Tentunya hal ini patut disyukuri jemaat HKI-Tangerang sebagai bahagian dari tubuh Kristus.

Sudah beberapa waktu HKI-Tangerang menjalankan ibadahnya sejak berdirinya jemaat, seluruh aktivitas dan pelayanannya telah membuahkan buah-buah manis untuk umatNya. Hal itu membuktikan bahwa HKI-Tangerang menjalankan tugasnya sebagai penyampai kabar keselamatan, sarana menndengar, mengumandangkan pujian sebagai bukti bahwa jemaat HKI-Tangerang adalah umat yang mengimani Kristus sebagai Juruslamat. Hal yang tidak kalah pentingnya ialah HKI-Tangerang menjadi wadah bagi jemaat untuk berkarya dari kasih Allah dan untuk Allah.

Sebagai wadah bersekutu, bersaksi dan melayani jemaat HKI-Tangerang harus tetap optimis dalam memajukan pelayanannya, sebab waktu bagi gerejaNya berkarya tidak terbatas oleh waktu namun harus senantiasa berkesinambungan, seperti Firman Tuhan dalam Injil Lukas 24:13 Yesus berfirman “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”. Hal ini tentunya memotivasi jemaatNya untuk tetap setia pada kebenaran dan kehendakNya dengan tidak berhenti melakukan pembaharuan pelayanan kearah yang lebih baik bagi kemuliaan Tuhan. Untuk itulah kita perlu menganalisa pelayanan kita terlebih dahulu, selanjutnya menentukan/menetapkan program yang akan direalisasikan dalam satu tahun kedepan.

ANALISA

Jemaat HKI-Tangerang sampai saat ini berkisar ______KK dengan _____ jiwa. Rata-rata pekerjaannya ialah wiraswasta berupa karyawan dan karyawati. Tempat tinggal masing-masing keluarga sangatlah variatif dan juga tingkat pendidikannya. Tempat tinggal dan jarak tempuh ke gedung ibadah ada yang jauh dan juga ada yang tidak jauh (dekat). Antusias jemaat cukup baik dengan rata-rata yang menghadiri kebaktian Minggu berjumlah antara 60-70 orang atau _____%. Oleh karena itu perlu mengakomodir kondisi jemaat dengan pelayanan dan pengembangannya, berupa pembentukan pos pelayanan khususnya bagi sebagian jemaat yang berjarak tempuh jauh dari gereja.

Kebaktian Minggu berjalan dengan baik dan dilayani secara bergantian oleh Pendeta maupun oleh para Penatua/Diaken dan pelayan HKI Daerah VII Pulau Jawa. Dari hasil pengamatan dan perhitungan, jumlah jemaat yang mengikuti kebaktian rata-rata  60-70 orang dari anggota jemaat. Kegiatan ini masuk jam 10.15 wib.

Intensitas kegiatan Kebaktian Rumah Tangga atau Partangiangan dapat berjalan dengan baik namun tingkat kehadiran anggota jemaat masih kurang dimana selama ini yang mengikuti kebaktian Rumah Tangga lebih banyak dihadiri oleh keluarga Majelis. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni jarak tempuh yang harus dilalui jemaat untuk mencapai tempat ibadah rumah tangga dilaksanakan disertai aktivitas jemaat lainnya. Dari sisi management pelayanan inilah yang menjadi kelemahan jemaat HKI-Tangerang yang belum mengaktifkan pelayanan sektoralnya. Sebab dengan adanya pelayanan sektoral maka ibadah rumah tangga dapat berjalan lebih baik pada setiap sektornya.

Kegiatan Sermon dilakukan setiap hari Kamis malam dimulai pkl.20.00 wib sampai dengan selesai. Kehadiran para Majelis untuk mengikuti sermon sudah cukup baik, walaupun masih ada beberapa sintua yang belum aktif dalam kegiatan ini karena faktor pekerjaan dan dan jarak tempuh.

Perkunjungan kepada orang sakit dan kemalangan serta suka cita. Aktifitas kegiatan ini berjalan namun belum berjalan dengan maksimal. Dikarenakan masih ada beberapa anggota jemaat yang sakit tidak diketahui dengan cepat oleh gereja. Untuk itu perlu adanya bangunan komunikaksi yang komunikatif (komunikasi dua arah) antara pelayan dengan jemaat. Hal ini juga menghindari terjadinya miskomunication antara jemaat dengan para pelayan. Dalam hal pendanaan perlu adanya kas dana sosial yang memiliki rekening sendiri dan pos yang yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk peningkatan dan efektifitas pelayanan sosial jemaat.

Pemberian bantuan melalui persembahan untuk kegiatan sosial lainnya hanya dilakukan bila ada surat resmi dari Kantor Pusat HKI dan dari Daerah seperti untuk korban banjir, pendeta, penatua yang meninggal, pendeta pensiun.

1. Sekolah Minggu

Sekolah Minggu HKI-Tangerang telah berjalan dengan baik, dengan antusias dari guru-guru Sekolah Minggu serta dengan telah adanya jemputan anak sekolah minggu. Tingkat kehadiran anak-anak sekolah minggu selama tahun 2010 antara 20-26 orang pada setiap minggunya.

Pelayanan sekolah minggu ini juga perlu adanya peningkatan yakni dengan mengadakan pembinaan bagi guru-guru sekolah minggu, materi yang disampaikan dan alat peraga yang belum memadai dalam pengajaran.

2. PNB

Kegiatan PNB HKI-Tangerang selama tahun 2010 tidak dapat berjalan dengan baik, diakibatkan belum adanya personil PNB yang terbentuk. Dilematisnya, pemuda dan pemudi HKI yang merupakan anggota keluarga jemaat HKI-Tangerang ada dan dominan lebih memilih beribadah dan melayani di gereja lain. Untuk itu perlu peranan orangtua untuk mengarahkan anak-anaknya beribadah di HKI-Tangerang sebagai bukti kasih kita terhadap gerejaNya HKI, sebab anak-anak anggota keluarga jemaat HKI adalah masa depan gereja kita.

3. PW

Kegiatan PW selama ini berjalan dengan baik walaupun jumlah kaum Ibu yang mengikuti kegiatan ini masih sangat kurang. Kegiatan pokok kaum Ibu ini adalah Koor  dan mengikuti kegiatan di tingkat resort maupun daerah.

4. PA

Selama tahun 2010 kegiatan PA saat masih  sangat kurang, hal ini terbukti dengan hanya beberapa kali PA mengadakan latihan dan koor pada ibadah minggu. Personil yang masih kurang serta tingkat kehadiran anggota PA yang menurun menjadi faktor utama kurang berjalannya kegiatan PA HKI-Tangerang. Untuk itu perlu himbauan khusus bagi anggota PA agar lebih menggiatkan pelayanannya ditubuh PA sendiri.

A. Bidang Kesaksian (Marturia)

B. Bidang Persekutuan (Koinonia)

C. Bidang Pelayanan Sosial (Diakonia)

D. Bidang Dana dan Umum

5. Meningkatkan pemasukan dana dengan menghimbau semua                anggota jemaat untuk lebih aktif dalam pemberian perpuluhan          atau janji iman serta   kewajiban lainnya khususnya                                  persembahan bulanan.

3.1. Bidang Pelayanan

 

Program Pelayanan HKI-Tangerang Tahun 2011

 

 

A. Bidang Kesaksian (Marturia)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Bidang Persekutuan (Koinonia)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. Bidang Pelayanan Sosial (Diakonia)

 

 

 

D. Bidang Dana dan Umum

1.   Meningkatkan pemasukan dana dengan menghimbau semua anggota jemaatuntuk lebih aktif dalam pemberian perpuluhan atau janji iman serta   kewajibanlainnya khususnya persembahan bulanan.

 

 

 

 

3.1. Bidang Pelayanan

3.1.1. Program Marturia

  1. Nama Program                      :   Ibadah Minggu

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya peningkatan kualitas iman jemaat

2. Perlu adanya wadah pelayanan dan melayani bagi jemaat

3. Sebagai bukti jemaat HKI-Tangerang adalah Tubuh Kristus yang bersatu memuji dan memuliakan Tuhan melalui anakNya yang Tunggal Tuhan Yesus Kristus.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Pembukaan Tata Gereja HKI

2. Tata Dasar HKI Bab I, Pasal 1, Point B

3. Tata Dasar HKI Bab II, Pasal 5 dan Pasal 8, Point A

4. Tata Dasar HKI Bab III, Pasal 11

5. PRT Bab I, Pasal 1a, dan Pasal 2 point d2, e1,2

Tujuan                                   :   Meningkatkan kualitas iman jemaat HKI-Tangerang kepada Yesus Kristus.

Metode                                  :   Ibadah

Pelaksana                              :   Pendeta, Parhalado dan Jemaat

Waktu                                    :   Setiap Hari Minggu, Masuk Pkl.1015 wib

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Jemaat HKI-Tangerang Hidup dalam Kasih Yesus Kristus

 

  1. Nama Program                      :   Ibadah sekolah Minggu

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya pemahaman iman kristiani bagi anak-anak gerejawi.

2. Perlu adanya wadah persekutuan dan pelayanan gerejawi bagi para pelayan dan regenerasi pelayanan.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Pembukaan Tata Gereja HKI

2. Tata Dasar HKI Bab I, Pasal 1, Point B

3. Tata Dasar HKI Bab III, Pasal 11, point A,B,H,I

4. PRT Bab I, Pasal 2, Point D, E

Tujuan                                   :   Terciptanya anak-anak yang memiliki dasar iman kristiani seturut dengan kasih Tuhan Yesus Kristus

Metode                                  :   Ibadah dan belajar dengan dan tanpa alat peraga.

Pelaksana                              :   Guru Sekolah Minggu, serta dibantu oleh Parhalado dan Jemaat

Waktu                                    :   Hari Minggu, masuk pkl 08.00 wib

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Anak-anak Sekolah Minggu HKI-Tangerang yang beriman dan hidup dalam kasih Tuhan Yesus Kristus

 

  1. Nama Program                      :   Sermon Guru Sekolah Minggu

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya persiapan pelayanan bagi guru-guru sekolah Minggu

2. Perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan bagi guru-guru sekolah, tentang thema ibadah dan metode pengajaran.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Pembukaan Tata Gereja HKI

2. Tata Dasar HKI Bab I, Pasal 1, Point B

3. Tata Dasar HKI Bab III, Pasal 11, point A,B,H,I

4. PRT Bab I, Pasal 2, Point D, E

Tujuan                                   :   Terciptanya guru-guru yang mampu lebih baik memberikan pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu.

Metode                                  :   Sharing dan sermon

Pelaksana                              :   Guru-guru sekolah Minggu dibimbing oleh Pendeta dan  Parhalado secara bergantian.

Waktu                                    :   Sekali dalam seminggu, setiap Sabtu, masuk pkl.18.00 wib.

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Guru-guru sekolah minggu yang siap dalam melayani anak-anak sesuai dengan thema Firman pada ibadah Sekolah Minggu.

 

  1. Nama Program                      :   Ibadah Rumah Tangga

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya peningkatan iman bagi setiap keluarga jemaat

2. Perlu adanya wadah persekutuan dan pelayanan gerejawi bagi setiap rumah tangga anggota jemaat.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Pembukaan Tata Gereja HKI

2. Tata Dasar HKI Bab I, Pasal 1, Point B

3. Tata Dasar HKI Bab III, Pasal 11, point A,B,H,I

4. PRT Bab I, Pasal 2, Point D, E

Tujuan                                   :   Terciptanya keluarga Kristen seturut dengan kasih Tuhan Yesus Kristus

Metode                                  :   Ibadah Sektor

Pelaksana                              :   Pendeta, Parhalado dan Jemaat

Waktu                                    :   Sekali dalam seminggu, hari disesuaikan dengan sektor masing-masing

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Keluarga Jemaat HKI-Tangerang yang beriman dan hidup dalam kasih Tuhan Yesus Kristus

 

  1. Nama Program                      :   Sermon Jemaat

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya peningkatan pengetahuan teaologis-alkitabiah para pelayan di HKI-Tangerang

2. Perlu adanya persiapan yang matang dalam melaksanakan ibadah

3. Perlu adanya wadah evaluasi pelayanan para pelayan di HKI-Tangerang

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar HKI, Bab III, Pasal 11, point h

2. PRT pasal 2, pasal 2, poin e

3. PRT pasal 16, point a dan b

Tujuan                                   :   1. Meningkatkan pemahaman para pelayan tentang Firman Tuhan

2. Menambah Kreativitas pelayanan para pelayan di HKI-Tangerang.

3. Sebagai sarana Analisis Pelayanan Gereja dalam ranka memajukan pelayanan jemaat di masing-masing sektor.

Metode                                  :   Sharing dan Sermon dengan eksegese yang telah disiapkan secara tertulis oleh Pendeta dan atau Penatua yang telah ditentukan secara bergantian.

Pelaksana                              :   Pendeta, Penatua, dan Jemaat

Waktu                                    :   Setiap Hari Kamis, masuk pkl.19.00 wib s/d selesai

Dana                                       :   Ditentukan

Out Put                                  :   Palayan HKI-Tangerang yang memiliki pelayanan yang keratif dan berkualitas.

 

 

3.1.3. Koinonia

  1. Nama Program                      :   Penambahan Tenaga Pelayan

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlu adanya penambahan tenaga yang melayani sesuai dengan kuantitas jemaat HKI-Tangerang

2. Perlunya pelayanan efektif dan efisien bagi jemaat HKI-Tangerang disetiap sektor yang dibentuk.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar, pasal 2, point j

2. PRT pasal 2, point e

3. PRT pasal 3, point 3

4. PRT pasal 16, point a dan c

Tujuan                                   :   1. Bertambahnya pelayan yang melayani di HKI-Tangerang

2. Meningkatkan pelayanan gerejawi HKI-Tangerang

Metode                                  :   Mengangkat Diaken dan Penatua dari unsur jemaat

Pelaksana                              :   Pendeta dan Majelis Jemaat

Waktu                                    :   Januari 2011

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Bertambahnya tenaga pelayan di HKI-Tangerang yang mampu menjangkau daerah pelayanan jemaat disetiap sektor/wilayah.

 

  1. Nama Program                      :   Pembentukan Sektor Pelayanan

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlunya pelayanan gerejawi yang mampu menjangkau jemaat sesuai dengan domisilinya.

2. Perlunya efesiensi dan efektivitas dalam rangka mengakomodir dan mengorganisir jemaat HKI-Tangerang.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar pasal 11, point h

2. PRT pasal 16, point a dan c

3. PRT pasal 3, point 3

Tujuan                                   :   1. Terciptanya sektor pelayanan HKI-Tangerang

2. Terciptanya pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Metode                                  :   Pembentukan sektor jemaat sesuai dengan domisilinya dengan seorang penanggungjawab (Coordinator Sektor) yang dijabat oleh penatua atau diaken yang berdomisili didaerah tersebut. Setelah terlebih dahulu menentukan uraian tugas setiap sektor yang dipimpin oleh Coordinator Sektor.

Pelaksana                              :   Majelis Jemaat Bidang Koinonia

Waktu                                    :   Dimulai Januari 2011

Dana                                       :   Disesuikan

Out Put                                  :   HKI-Tangerang yang memiliki management gereja yang efektif dan efisien dalam melayani anggota jemaatnya.

 

  1. Nama Program                      :   Pembinaan Penatua dan Diaken

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlunya peningkatan pemahaman tentang pelayanan gerejawi.

2. Perlunya peningkatan wacana tehknis (Tehnis Liturgis, Memimpin Nyanyian dll) bagi para penatua dalam melayani.

3. Perlunya peningkatan pemahaman organisasi gerejawi bagi para penatua.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar, pasal 2, point j

2. PRT pasal 2, point e

3. PRT pasal 3, point 3

4. PRT pasal 16, point a dan c

Tujuan                                   :   1. Meningkatkan pemahaman para pelayan tentang pelayanan gerejawi.

2. Meningkatnya tehknis pelayanan para penatua pada kebaktian/ibadah.

3. Meningkatnya pemahaman Penatua tentang Organisasi Gereja sebagai Tubuh Kristus.

Metode                                  :   Sharing dan Pelatihan

Pelaksana                              :   Penatua Bid.Marturia dan Majelis Jemaat

Waktu                                    :   Berkala, 2 (Dua) kali Setahun (Mei dan September tahun 2011)

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Palayan HKI-Tangerang yang berkualitas dalam melayani.

 

 

3.1.2. Diakonia

  1. Nama Program                      :   Pelayanan Suka-Duka

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlunya pelayanan gerejawi bagi jemaat dalam suka dan duka.

2. Adanya anggota jemaat HKI-Tangerang yang kurang mampu dalam melanjutkan studynya.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar Pasal 2, point 4

2. Tata Dasar Pasal 11, point a dan b

3. PRT pasal 16, point a dan d

 

Tujuan                                   :   1. Meningkatkan pelayanan diakonia sosial HKI-Tangerang yang realistis dan fungsional.

Metode                                  :   1. Memiliki kas dan atau rekening yang berbeda dari kas dan atau rekening jemaat.

2. Memiliki kantong/kotak persembahan yang disiapkan terpisah dan Persembahan IV setiap Minggu pertama setiap bulan.

3. Acara Penghiburan bagi yang berduka dan Acara syukuran bagi yang jemaat yang bersukacita.

4. Memberikan bantuan sosial bagi jemaat yang membutuhkan.

Pelaksana                              :   Pendeta, Penatua, Diaken, Majelis Jemaat dan Jemaat

Waktu                                    :   Disesuaikan

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   HKI-Tangerang menjadi gereja yang benar-benar ikut merasakan suka-duka jemaat yang fungsional secara nyata dan merata.

 

 

N.    Nama Program                      :   Usaha Mendirikan Rumah Ibadah

Dasar Pemikiran                    :   1.Belum adanya Rumah Ibadah milik HKI-Tangerang yang dapat digunakan sebagai tempat beribadah dengan ijin yang sah.

2. Perlunya tempat peribadatan yang dimiliki HKI-Tangerang untuk melaksanakan kegiatan pelayanan dan ibadah.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar Bab 1 pasal 3

2. Tata Dasar Bab III, pasal 11

3. PRT Pasal 16, point e

Tujuan                                   :   1. Berdirinya bangunan peribadatan yang memiliki ijin sah milik HKI-Tangerang.

2. Berdirinya bangunan gereja HKI-Tangerang.

Metode                                  :   1. Membentuk Panitia Pembangunan

2. Berusaha merealisasikan saranan tempat ibadah yang memiliki Ijin dan strategis bagi pelayanan.

Pelaksana                              :   Panitia Pembangunan dan Majelis Jemaat

Waktu                                    :   Awal Februari 2011 sampai dengan batas yang tidak ditentukan

Dana                                       :   Disesuikan

Out Put                                  :   Adanya Gedung Gereja HKI-Tangerang yang memiliki ijin, strategis dan permanent.

 

  1. Nama Program                      :   Menambah sarana dan Prasarana Ibadah

Dasar Pemikiran                    :   Perlunya Sarana dan Prasarana dalam menunjang pelayanan dan ibdah di HKI-Tangerang.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar Bab III, pasal 11

2. PRT Pasal 16, point e

Tujuan                                   :   Menciptakan pelayanan dan ibadah dengan sarana dan prasarana yang lebih baik.

Metode                                  :   Menyediakan Alkitab dan Sound System, dll.

Pelaksana                              :   Coordinator Bid.Umum

Waktu                                    :   Selama Kepriodean

Dana                                       :   Disesuaikan

Out Put                                  :   Adanya Sarana dan Prasarana Pelayanan yang memadai di HKI-Tangerang.

 

  1. Nama Program                      :   Ulang Tahun Jemaat HKI-Tangerang X

Dasar Pemikiran                    :   1. Perlunya kilas balik sejarah dan perkembangan HKI-Tangerang.

2. Perlunya mengadakan Perayaan Ulang Tahun Jemaat dalam rangka penggalangan dana yang akan dialokasikan demi kelancaran program kerja HKI-Tangerang.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar Bab III, pasal 11

2. PRT Pasal 16, point e

Tujuan                                   :   1.Memotivasi Pelayan dan jemaat dalam mengembangkan pelayanannya melalui gerejaNya.

2. Menggalang dana demi kelancaran program kerja jemaat.

Metode                                  :   Ibadah, Perayaan dan penggalangan dana

Pelaksana                              :   Bid.Umum dan Majelis Jemaat

Waktu                                    :   15 Juli 2011 (Ulang Tahun ke-10)

Dana                                       :   Disesuikan

Out Put                                  :   Jemaat HKI-Tangerang yang mau melayani dengan motivasi kasih Allah bagi gerejaNya.

 

  1. Nama Program                      :   Pendataan Jemaat

Dasar Pemikiran                    :   Perlunya data jemaat yang akurat dan faktuil, demi perkembangan dan peningkatan pelayanan dan persekutuan.

Dasar Pelaksanaan               :   1. Tata Dasar Bab III, pasal 11, poin h

2. PRT Pasal 16, point e

Tujuan                                   :   Melengkapi data jemaat HKI-Tangerang

Metode                                  :   Pendataan Jemaat melalui sektor

Pelaksana                              :   Setiap Coordinator Sektor

Waktu                                    :   Tahun 2011

Dana                                       :   Disesuiakan

Out Put  :               HKI-Tangerang memiliki data jemaat yang akurat dan faktuil.


Demikianlah Perencanaan Program Jemaat ini kami susun menurut analisis dan kebutuhan HKI-Tangerang demi kemajuan pelayanan dan pengembangannya. Besar harapan kami agar kiranya seluruh pihak mendukung dan ikut serta merealisasikannya demi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Majulah HKI-Tangerang Dalam Kasih Tuhan.

HURIA KRISTEN INDONESIA

JEMAAT TANGERANG

PERIODE 2011-2015

 

St.Drs.Y.M.Hutagalung, MM                          St.Halomoan Nababan

Guru Jemaat Sekretaris Jemaat

C.file

Hb

Ikutlah Aku

Mereka adalah para penjala ikan sebelum mereka menerima pemanggilan. Ketika sedang menebarkan jala di danau Galilea, Petrus dan Andreas berhenti ketika Yesus dari Nazaret mendekati mereka, menatap mereka, dan berbicara dengan singkat, “Ikutlah Aku.” Matius menulis bahwa kedua penjala ikan itu “segera meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia.”

Lalu Anak Manusia itu mendekati kedua penjala ikan lainnya yang sedang berada di perahu bersama ayah mereka memperbaiki jalanya. Yesus memanggil mereka, “dan [Yakobus serta Yohanes] segera meninggalkan perahu dan ayahnya, lalu mengikuti [Tuhan].”1

Pernahkah Anda membayangkan hidup di zaman Juruselamat? Seandainya Anda di sana, mungkinkah Anda akan mengindahkan panggilan-Nya “Ikutlah Aku!”

Mungkin pertanyaan yang lebih masuk akal adalah, “Jikalau Juruselamat memanggil Anda sekarang, apakah Anda akan bersedia meninggalkan jala dan mengikuti Dia?” Saya yakin kebanyakan dari Anda akan bersedia.

Tetapi bagi sebagian orang, itu bukan keputusan yang mudah. Ada yang berpendapat bahwa jala tidak mudah untuk ditinggalkan.

Jala memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Jala yang ditinggalkan Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes adalah benda kasat mata—alat penghidupan mereka.

Kadang-kadang kita menyangka bahwa keempat penjala ikan itu adalah para penjala ikan yang miskin yang tidak banyak berkorban ketika meninggalkan jala mereka serta mengikuti Juruselamat. Tetapi sebaliknya, yang dikemukakan oleh Penatua James E. Talmage dalam bukunyaJesus the Christ,menegaskan bahwa, Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes adalah rekanan usaha yang berhasil. Mereka “memiliki perahu-perahu dan mempekerjakan orang-orang lain.” Menurut Penatua Talmage, Simon Petrus “cukup berada secara materi, dan ketika dia berbicara tentang meninggalkan semua dan mengikuti Yesus, Tuhan tidak menyangkal bahwa pengorbanan Petrus . . . besar secara materi.”2

Suatu hari, jala kekayaan telah menjebak seorang pemuda kaya yang menyatakan bahwa dia telah mematuhi semua perintah sejak muda. Ketika dia bertanya kepada Juruselamat apalagi yang harus dia lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal, Tuhan berkata, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah dia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”3

Jala adalah alat yang biasanya digunakan untuk menangkap sesuatu. Dalam definisi yang lebih sempit tetapi lebih penting, kita mungkin mendefinisikan jala sebagai sesuatu yang menghalangi atau mencegah kita mengikuti panggilan Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup.

Jala dalam konteks ini dapat berupa pekerjaan, hobi, kesenangan, dan, melebih segalanya, pencobaan dan dosa-dosa kita. Singkatnya, jala dapat berupa apa saja yang menghalangi persahabatan kita dengan Bapa Surgawi atau dengan Gereja-Nya yang dipulihkan.

Saya akan memberikan contoh di zaman kita. Sebuah komputer bisa menjadi alat yang berguna dan penting. Tetapi jika kita membiarkan diri kita menggunakannya dengan sia-sia, tidak memberi manfaat, dan bahkan kadang-kadang menghancurkan, hal ini akan menjadi jala penjerat.

Sebagian besar dari kita suka menonton pertandingan atletik, tetapi jika kita bisa menghafal secara rinci skor atlet-atlet favorit kita dan pada saat yang sama melupakan hari-hari ulang tahun atau hari besar, menelantarkan keluarga kita, atau me-ngesampingkan kesempatan melayani seperti Kristus, maka atletik dapat menjadi jala penjerat.

Sejak zaman Adam, umat manusia, dengan berpeluh, akan mencari makanan. Tetapi jika pekerjaan kita menyita waktu kita sampai menelantarkan kerohanian kita, pekerjaan dapat menjadi jala penjerat.

Sebagian dari kita telah terjerat di dalam jala hutang yang berlebihan. Jala bunga hutang sedemikian mengikat, sehingga memerlukan waktu dan tenaga untuk memenuhi tuntutan para penghutang. Mereka menyerahkan kebebasan mereka, dengan menjadi budak bagi kemewahan mereka.

Tidaklah mungkin mendaftar semua jala yang dapat menjerat serta mencegah kita mengikuti Juruselamat. Tetapi jika kita sungguh-sungguh berkeinginan mengikuti Dia, kita harus tanpa ragu meninggalkan jala-jala dunia dan mengikuti Dia.

Saya tidak tahu jika ada masa dalam sejarah dunia yang memiliki keanekaragaman jala penjerat seperti sekarang. Hidup kita dengan mudah dipenuhi dengan banyak janji, pertemuan, dan tugas. Dengan mudah kita terjebak dalam keruwetan jala yang kadang-kadang memberi kesan bahwa meninggalkan hal itu akan mengancam serta membahayakan kita.

Kadang-kadang kita merasa bahwa ketika kita semakin sibuk, kita semakin penting—seakan nilai kita diukur dari kesibukan kita. Saudara-saudari sekalian, kita dapat menggunakan seluruh hidup kita melakukan daftar tugas yang harus kita lakukan, yang pada akhirnya tidak berarti apa-apa.

Banyak hal yang kita lakukan mungkin tidak penting. Fokuskan tenaga, pikiran, hati, dan jiwa kita pada hal-hal kekekalan—ini yang penting.

Ketika kita mendengar kegaduhan hidup di sekeliling kita, kita mendengar teriakan “datang ke sini” dan “pergi ke sana.” Di tengah-tengah kegaduhan serta pencobaan yang berlomba menarik waktu dan minat kita, seorang figur yang menyendiri di tepi danau Galilea memanggil kita dengan lembut, “Ikutlah Aku.”

Kita dapat dengan mudah kehilangan keseimbangan dalam hidup kita. Saya teringat menghadapi tantangan beberapa tahun yang lalu. Keluarga kami telah bertambah dengan tujuh anak. Saya melayani sebagai penasihat uskup yang kemudian menerima pemanggilan kudus sebagai uskup di lingkungan kami. Saya sedang berjuang mengurus usaha kami yang memerlukan waktu kerja yang panjang. Saya menghormati istri saya yang hebat yang memungkinkan saya untuk melayani Tuhan.

Ada lebih banyak pekerjaan daripada waktu yang tersedia. Daripada mengorbankan hal-hal yang penting, saya memutuskan untuk bangun pagi, melakukan tugas saya, lalu meluangkan waktu untuk menjadi seorang ayah dan suami yang baik serta sebagai anggota Gereja yang setia. Hal ini tidaklah mudah. Ada saat-saat di pagi hari ketika bel jam berhenti berbunyi, dengan susah payah saya membuka mata melihat jam.

Meskipun demikian, Tuhan telah berbelaskasihan dan menolong saya memperoleh tenaga dan waktu untuk melakukan yang telah saya janjikan untuk saya lakukan. Meskipun hal itu tidak mudah, saya tidak pernah menyesal telah membuat keputusan untuk memenuhi panggilan Juruselamat dan mengikuti Dia.

Pikirkan hutang kita kepada-Nya. Yesus adalah “kebangkitan dan hidup: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”4Ada banyak orang kaya dan bersedia memberikan seluruh hartanya hanya untuk menambahkan beberapa tahun, bulan, bahkan hari dalam kehidupan fana mereka. Apa lagi yang ingin mereka berikan untuk mendapatkan hidup yang kekal?

Ada banyak yang bersedia memberi semua miliknya untuk memperoleh kedamaian. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,” Juruselamat mengajarkan, “Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”5Bukan saja kedamaian yang dijanjikan Juruselamat kepada mereka yang mematuhi perintah-Nya, tetapi juga hidup yang kekal. “Yaitu karunia yang terbesar daripada segala karunia Allah.”6

Juruselamatlah yang menyebabkan kita akan hidup selamanya. Kebakaan berarti kita tidak akan meninggal. Tetapi, hidup yang kekal berarti hidup selamanya di tempat yang mulia bersama orang-orang yang kita kasihi, dengan penuh sukacita, serta kemuliaan.

Uang tidak dapat membeli keadaan mulia ini. Hidup yang kekal adalah karunia dari Bapa Surgawi yang penuh kasih, yang diberikan dengan cuma-cuma kepada semua orang yang mengikuti panggilan Seseorang dari Galilea.

Sayangnya, banyak orang yang terlalu terikat dengan jala mereka sendiri untuk mendengarkan panggilan itu. Juruselamat menjelaskan bahwa, “Kamu tidak percaya karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku . . .. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.”7

Bagaimana kita mengikuti Juruselamat? Dengan melatih iman. Dengan percaya kepada-Nya. Dengan percaya bahwa seorang Allah yang mengasihi masih berbicara kepada manusia di bumi dewasa ini.

Kita mengikuti Juruselamat dengan bertobat dari dosa kita— dengan mengalami penderitaan karena dosa itu dan meninggalkannya.

Kita mengikuti Juruselamat dengan masuk ke dalam air baptisan dan menerima penebusan atas dosa-dosa kita, dengan menerima karunia Roh Kudus dan membiarkan pengaruh itu memberi petunjuk, membimbing, dan menghibur kita.

Bagaimana kita mengikuti Juruselamat? Dengan mematuhi Dia. Dia dan Bapa Surgawi kita telah memberi kita perintah—bukan untuk menghukum atau menganiaya kita—melainkan untuk membantu kita mencapai kepenuhan sukacita, dalam kehidupan ini dan untuk kekekalan yang akan datang, selama-lamanya.

Sebaliknya, jika kita bergantung pada dosa kita, kesenangan kita, dan kadang-kadang sesuatu yang kita pikir sebagai kewajiban kita, menolak pengaruh Roh Kudus; dan mengesampingkan perkataan para nabi; maka kita membiarkan jala kita mengikat diri kita sendiri. Kita menemukan diri kita sendiri tidak mampu meninggalkan dosa itu serta mengikuti Kristus yang hidup.

Tetapi dewasa ini Gembala memanggil kita masing-masing. Akankah kita mengenali suara Putra Allah? Akankah kita mengikuti Dia?

Izinkan saya memberikan kata peringatan. Ada orang yang merasa bahwa jika kita mengikuti Juruselamat, hidup kita akan bebas dari kecemasan, kesakitan serta ketakutan. Tidak demikian! Juruselamat sendiri digambarkan sebagai Orang yang penuh kesengsaraan.8Para murid di zaman dahulu yang mengikuti Kristus mengalami penganiayaan serta pencobaan besar. Tidak terkecuali Nabi Joseph Smith. Juga para Orang Suci zaman dahulu pada masa kelegaan ini. Dan pada zaman sekarang tidaklah ada bedanya.

Saya berkesempatan untuk berbicara mengenai seorang wanita yang mendengarkan panggilan Juruselamat ketika dia berusia 18 tahun. Ayahnya, yang merupakan pejabat tinggi di gereja lain, marah kepadanya dan melarangnya untuk dibaptis. Sang ayah mengatakan kepadanya bahwa jika dia menjadi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, maka dia akan dikucilkan dari keluarga.

Meskipun pengorbanannya sangat besar, wanita muda ini menerima panggilan Juruselamat dan memasuki air baptisan.

Sekalipun demikian, ayahnya tidak bisa menerima keputusannya, dan berusaha memaksanya untuk meninggalkan kepercayaannya yang baru. Dia dan istrinya amat mengecam keputusannya menjadi anggota Gereja serta menuntutnya agar dia mengingkari dan meninggalkan agama barunya.

Meskipun melalui kemarahan, kepahitan, dan penghinaan, imannya tetap kuat. Dia bertahan terhadap perundungan secara ucapan serta emosi, dengan memahami dia sudah menerima panggilan Juruselamat dan bahwa dia akan mengikuti-Nya, apa pun risikonya.

Akhirnya, wanita muda ini dapat menemukan peristirahatan yang aman, sebuah tempat pelarian bersama seorang anggota keluarga yang baik yang jauh dari ancaman dan kemarahan ayahnya.

Dia bertemu dengan seorang pemuda yang setia dan keduanya menikah di bait suci, menerima berkat-berkat pilihan yang menyertai pernikahan bait suci.

Dewasa ini dia berdiri di antara sekelompok besar orang yang telah berkorban demikian besarnya untuk mengikuti panggilan Juruselamat.

Ya, saya tidak mengatakan bahwa jalannya akan mudah. Tetapi saya memberi kesaksian saya bahwa orang yang, dengan iman, meninggalkan jala mereka serta mengikuti Juruselamat akan mengalami kesukaan di luar batas kemampuan pemahaman mereka.

Ketika saya bertemu dengan anggota yang luar biasa dari Gereja ini—muda maupun tua—hati saya dibesarkan dan dipenuhi dengan rasa syukur atas kesetiaan mereka yang telah mendengarkan panggilan Juruselamat serta telah mengikuti Dia.

Misalnya, seorang pandai besi mengikuti Juruselamat. Dari hari ke hari, selama jangka waktu lebih dari tiga dasawarsa, dia menarik keluar tulisan sucinya untuk dibaca selama istirahat makan siang sementara teman kerjanya mengejeknya. Seorang janda berusia 70 tahun di kursi rodanya—yang, bagi setiap orang yang mengunjunginya, telah menyemangati mereka dan yang tidak pernah lupa mengatakan kepada mereka betapa dia sangat beruntung—mengikuti Juruselamat. Seorang anak yang berusaha melalui doa berkomunikasi dengan Tuhan alam semesta mengikuti Juruselamat. Anggota yang kaya yang memberi dengan murah hati kepada Gereja dan sesamanya mengikuti Juruselamat.

Ketika Yesus Kristus berdiri di pantai Danau Galilea 2.000 tahun yang lalu, demikian pula Dia berdiri di zaman ini, menyampaikan panggilan yang sama yang Dia berikan kepada para nelayan yang setia dan sekarang memanggil semua orang yang mau mendengarkan suara-Nya: “Ikutlah Aku!”

Kita memiliki jala yang harus dijaga dan jala yang harus diperbaiki. Tetapi ketika Penguasa lautan, bumi, dan langit memanggil kita, “Ikutlah Aku,” kita hendaknya meninggalkan jala yang kusut dan duniawi serta mengikuti jejak-Nya.

Saudara dan saudari sekalian, saya mengatakan dengan suara sukacita bahwa injil telah dipulihkan sekali lagi! Tingkap-tingkap langit dibukakan bagi Nabi Joseph Smith, dan dia melihat serta berbicara dengan Allah Bapa, dan Putra-Nya, Yesus Kristus. Di bawah petunjuk ilahi dan pengajaran para Makhluk selestial itu, kebenaran kekal dipulihkan sekali lagi kepada manusia!

Di zaman kita seorang nabi besar lainnya hidup yang setiap harinya menambahkan kesaksiannya kepada kebenaran yang kudus ini. Presiden Gordon B. Hinckley berdiri di kantornya yang kudus sebagai juru bicara Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus. Di sisinya berdiri para penasihatnya yang mulia. Selain itu, dia mendapat dukungan dari Kuorum Dua Belas Rasul, Kuorum Tujuh Puluh, dan jutaan anggota di seluruh dunia yang membantunya, masing-masing menambahkan suaranya untuk menyerukan kabar kesukaan Pemulihan injil yang sekali lagi dipulihkan kepada manusia!

Yesus Kristus adalah “jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui [Dia].”9Sebagai seorang saksi khusus bagi-Nya, saya bersaksi kepada Anda hari ini bahwa waktunya akan tiba ketika setiap pria, wanita, dan anak-anak akan menatap mata Juruselamat yang penuh kasih. Pada hari itu, kita akan mengetahui dengan pasti harga dari keputusan kita untuk tanpa ragu mengikuti Dia.

Semoga kita masing-masing dapat mendengar panggilan Juruselamat serta langsung meninggalkan jala kita yang kusut dan dengan sukacita mengikuti Dia adalah doa saya yang sungguh-sungguh dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Lihat Matius 4:18–22.
2. (1916), 218.
3. Matius 19:21–22.
4. Yohanes 11:25.
5. Matius 11:28.
6. A&P 14:7.
7. Yohanes 10:26–27.
8. Lihat Yesaya 53:3; Mosia 14:3.
9. Yohanes 14:6.

Cpy Post by.. Edward Manalu

NOTULENSI SIDANG DAERAH VII-PULAU JAWA

NOTULENSI

SIDANG HKI DAERAH VII PULAU JAWA

PULO MAS

22 NOVEMBER 2010

Sidang Daerah VII-HKI Pulau Jawa dilaksanakan pada hari Senin, 22 November 2010 di gedung gereja HKI-Pulo Mas. Sidang ini menentukan agendanya yakni:

  1. Menganalisa dan Membahas program HKI Daerah VII
  2. Memilih Anggota Majelis Daerah dan BPKD.

I. MAKAN MALAM (Pukul 18.00 wib)

Doa makan malam dipimpin oleh Pdt.H.Simanjuntak, STh.

II. IBADAH PEMBUKA (Pukul 19.00 wib)

Ibadah Pembuka langsung dipimpin oleh Pdt.Toljun Lumbantobing (Praeses HKI Daerah VII-Pulau Jawa).

III. PEMBUKAAN SIDANG (Pukul 20.05 wib)

Pembukaan Sidang oleh Preases dan selanjutnya memberikan usulan yang akan meneruskan persidangan kepada Majelis Ketua yang nama-namanya disulkan sebagai berikut:

  1. St.Tharlen Simamora, MM
  2. Pdt.M.Simanjuntak, STh
  3. Pdt.A.P.Manurung, STh

Usulan nama-nama ini disetujui oleh peserta Sidang Daerah, lalu mereka disahkan menjadi Majelis Ketua yang memimpin persidangan selanjutnya.

IV. PERJALANAN PERSIDANGAN

Adong dua agenda Sidang Daerah borgin on, ima:

  1. Program-Program Daerah.
  2. Pemilihan Pengurus Daerah

Usulan:

  1. Program jangan asal jadi, tidak mungkin dengan waktu yang singkat dapat membahas program kerja. Lebih baik membicarakan criteria pengurus daerah.
  2. Salah satunya kriteria bendahara ialah yang dapat menanggulangi keuangan.
  3. Harus Sidang Resort yang menentukan peserta Sidang Daerah.

Memang tidak akan cukup waktu yang singkat untuk membicarakan program yang mendetail. Jadi usul kami, kita hanya membahas program yang baru.

  1. Tidak perlu resort menentukan usulan-usulan ke Daerah.
  2. Tugas pengurus daerah yang akan terpilih ialah melihat dan mengembangkan Daerah VII.

Peserta Sidang Daerah juga diikuti oleh peserta sidang yang telah pernah mengikuti sidang daerah yang lalu, jadi usulan saya: Majelis Daerah dipilih terlebih dahulu, selanjutnya di bahas program daerah.

Pukul 20.50 wib

  1. Malam ini kita memilih Majelis Daerah dan BPKD.
  2. Jumlah yang akan dipilih sebanyak 12 orang.

Sidang Daerah ini memiliki tujuan yang baik untuk HKI. Menurut Tata Gereja, tata cara pemilihan sekretaris dan bendahara memiliki mekanisme yang berbeda, yakni Sekretris diusulkan oleh Pimpinan Daerah (Praeses) dan dapat persetujuan dari Majelis Daerah, apakah hal itu telah ada? Coba kita sesuaikan dengan peraturan yang ada.

Kita pilih 10 orang, Setuju..!?

Kita memiliki 11 resort, setiap resort memiliki kapasitas sendiri untuk diusulkan, hal ini baik agar jangan ada “like or dislike”.

Resort mempunyai kemampuan masing-masing, jadi ada yang baik dan ada yang terbaik. Selama sidang banyak hal yang harus kita laksanakan dengan membuka hati dan pikiran dan jiwa. jadi diberikan kesempatan bagi siapa saja yang memiliki kemampuan, silahkan…

Pukul 21.00 wib

Bagaimana? Apakah kita sepakati saja?

Kriteria yang penting dilihat ialah:

Yang memberikan waktu, punya kapasitas, kita lihat jangka panjang dan perlu pemahaman dalam sidang ini agar tidak terjadi monopoli-monopoli, jadi kita lihat siapa yang diusulkan oleh setiap resort.

Apakah kita sepakat dengan usulan bahwa kita akan memberikan usulan dari setiap resort sebagai Majelis Daerah..?

Yang mengusulkan ialah pimpinan daerah sebagai aparaturnya. Yang kita pilih ialah Majelis Daerah, jadii pimpinan Daerah dengan bijaksana menentukan penempatan sesuai dengan kapasitas Majelis Daerah yang akan dipilih.

21.10 wib

Jadi kita masuk pada pemilihan Majelis Daerah

  1. Kita memnginginkan pemilihan Majelis Daerah yang baru, oleh karenanya kita perlu mengadakan demisionerisasi bagi MD dan BPKD periode 2005-2010.
  2. kalau kita memberikan waktu bagi setiap resort perlu sistemnya.
  3. Kami undang Majelis Daerah periode 2005-2010 untuk maju kedepan.
  4. Kami mengundang BPKD untuk maju kedepan.

Apakah mereka yang telah melayani telah layak didemisionerkan, tanya Praeses?

Mengesahkan Majelis Daerah dan BPKD untuk periode 2005-2010 telah demisioner (Praeses dan MD dan BPKD demisioner bersalaman). Selanjutnya Praeses mengucapkan terimakasih bagi MD dan BPKD periode 2005-2010, beliau juga mengatakan bahwa kita memiliki harapan bahwa MD dan BPKD periode yang mendatang akan lebih baik dan kita tunggu tanggal pelantikannya. Dengan diterimanya putusan bahwa MD dan BPKD 2005-2010 telah demisioner maka kita juga telah menerima pertanggungjawaban pengurus periode 2005-2010 juga telah diterima.

Saya memiliki tawaran sebagai pengurus, apakah kita setuju? Kalau tidak, saya tarik kembali juga tidak apa-apa.

Sidang kita Skors 10 menit untuk memberikan waktu bagi tiap resort untuk menentukan siapa yang menjadi calon anggota majelis daerah.

Bagaimana mekanismenya?

Diberikan waktu bagi tiap resort lalu waktunya jangan dibatasi.

Nangkaning hita nungnga sepakat sahalak per-resort.

Hita argai ma usul na adong, jadi ditampung ma manang sadia pe na adong.

Usul sahalak per-resort

Apa yang kita bicarakan ada dalam koridor, apa yang kita bahas itu terbuka. Satu resort mengulkan dan usulan tambahan lainnya.

Menurut pengalaman porlu do adong koordinasi na denggan antara resort dohot daerah jadi asa boi mardalan denggan, sada ma sa resort.

Dalam komposisinya ada yang bertohonan dan ada yang tidak bertohonan, jadi kalau usulan per-resort bagaimana mengatur komposisi itu?

Kalau sudah Majelis Daerah jangan menjadi Majelis Pusat (Jangan ada jabatan ganda).

Pajongjong hamu aturan na adong asa terarah sidang on.

Bagaimana dengan usulan per-resort itu yang akan otomatis menjadi anggota Majelis Daerah, apakah sudah sepakat? Dalam hal ini kita tidak akan membicarakan criteria lagi.

  1. Jika usulan nama-nama per-resort otomatis menjadi terpilih anggota Majelis Daerah, maka hal itu tidak akan sesuai lagi dengan Sidang Daerah.
  2. silahkan diberikan usulan-usulan per-resort lalu kita bicarakan lagi bagaimana komposisinya.

Silahkan diberikan usulan per-resort untuk menjadi calon anggota Majelis Daerah, diberikan waktu 10 menit. Sidang skors selama 10 menit.

Sidang di Skors (Pikul 21.45 wib)

Majelis Ketua Memanggil peserta untuk masuk dan melanjutkan Agenda Sidang (Pukul 21.55 wib)

Pembacaan dan Pembahasan Usulan per-resort (pukul 22.00 wib)

Hasil Sidang Daerah yang menjadi Anggota Majelis Daerah, HKI Daerah VII Pulau Jawa Periode 2010-2015.

No Utusan Resort Nama
1 Jakarta I Denny Manurung
2 Jakarta II St,Ir.M.H.Manullang
3 Jakarta III Pdt,J. Napitupulu
4 Jakarta IV St.J.Nainggolan
5 Jakarta V St.TD.Nainggolan
6 Jakarta VI Pdt.T.S.Gultom
7 Depok St.Thoman Hutasoit
8 Banten St.Ir.E.Napitupulu
9 Bekasi St.H.S.Manalu
10 Bandung St.Ir.S.Hutapea
11 Bojong Menteng St.R.M.Siagian

BPKD: Badan Pemeriksa Keuangan Daerah VII Pulau Jawa

  1. St.Gotthi  Manalu
  2. Ir.Simanjuntak
  3. St.T.Hutagalung
  1. Dengan terpilihnya usulan-usulan per-resort maka HKI-Gresik akan menyetujui saja bagaimana keputusan yang diputuskan oleh Sidang ini.
  2. Tentang komposisi tohonan dan yang belum bertohonan jangan dipandang kaku, sebab ini ada sejarahnya. Hal ini bukan mengakibat adanya keharusan komposisi yang dipaksakan.

Nungnga denggan be usulan di amang Praeses, jadi kita berikan kesempatan bagi beliau untuk melakukan yang terbaik.

Usulan amang Praeses setuju, dengan adanya unsur pendeta di dalamnya, jadi kami akan percayakan pada rapat Majelis Daerah yang terpilih untuk membicarakan program-program HKI Daerah VII.

Kita setuju dengan 11 orang yang dipilih?

Memberikan usulan Sekretaris dan Bendahara, yakni:

  1. Sekretaris : Pdt.Janto Sihombing
  2. Bendahara: st,Ir.M.H.Manullang

Lalu praeses memberikan kepada Majelis ketua untuk memimpin Sidang, apakah usulan beliau disetujui atau tidak.

22.45 wib

Majelis Ketua Memberikan waktu dan kesempatan bagi St.Ir.M.H.Manullang untuk menyampaikan pendapatnya.

Pada dasarnya saya tidak menolak, tetapi bagaimana dengan kapasitas saya? Selanjutnya apakah hal ini telah memenuhi keriteria sesuai dengan peraturan yang ada dalam PRT..?

Tentang Bendahara akan dibicarakan oleh pengurus yang terpilih bersama dengan pimpinan daerah.

Majelis Daerah dan BPKD terpilih bertugas yang menyusun program tersebut.

Saya harapkan harapan program yang ekstrovert, kapan lagi kita keluar?

  1. Membuat program dengan target
  2. Majelis Daerah diberikan rekomendasi tentang masa depan HKI Daerah VII ini.
  1. Bagaimana kita melakukan program keluar, sedangkan diri kita sendiri belum kita benahi dengan benar.
  2. Disiplin waktu tidak ada, maka perbaiki diri sendiri terlebi dahulu.
  3. Jadi, menurut saya program yang pertama dan utama ialah pembinaan mental.
  4. Buka pikiran kita dengan luas.
  5. Satu hal yang penting, jangan tahan pendeta karena unsur tertentu, semua memiliki waktunya.

Masalah setoran jemaat, apa yang menjadi acuannya?

Saya mengacu pada data yang lalu.

  1. Ayat Harian melalu (IT) Informatika Teknology
  2. Penyegaran Rohani melalui tulisan.

Kalau ada yang kurang  bisa ditambahi setoran dari HKI-Cililitan ke Daerah. Sebagai dukungan nyata kami.

Pukul 23.20 wib

Ucapan maaf dan terimakasih bagi HKI-Daerah VII atas pelayanan Majelis Daerah periode 2005-2010.

PENUTUP (Pukul 23.30 wib)

Nyanyian dan doa oleh Pdt. Mangaliup Simanjuntak

HASIL SIDANG HKI DAERAH VII PULAU JAWA

Hasil Sidang Daerah yang menjadi Anggota Majelis Daerah, HKI Daerah VII Pulau Jawa Periode 2010-2015.

No Utusan Resort Nama
1 Jakarta I Denny Manurung
2 Jakarta II St,Ir.M.H.Manullang
3 Jakarta III Pdt,J. Napitupulu
4 Jakarta IV St.J.Nainggolan
5 Jakarta V St.TD.Nainggolan
6 Jakarta VI Pdt.T.S.Gultom
7 Depok St.Thoman Hutasoit
8 Banten St.Ir.E.Napitupulu
9 Bekasi St.H.S.Manalu
10 Bandung St.Ir.S.Hutapea
11 Bojong Menteng St.R.M.Siagian

Sekretaris : Pdt.Janto Sihombing

Bendahara : Akan ditentukan oleh Pimpinan Daerah dan Majelis Daerah terpilih.

BPKD: Badan Pemeriksa Keuangan Daerah VII Pulau Jawa

  1. St.Gotthi  Manalu
  2. Ir.Simanjuntak
  3. St.T.Hutagalung

NOTULENSI  : Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

Tata Ibadah 26 September 2010

TATA IBADAH

VOTUM :                                                                     ( Ruas Jongjong) ……….

Rap ma hita mandok tangiangtai:     “Ale Jesus Tuhan nami, bereng hami na dison. Pinarmahanmi do hami saluhutna na dison, sai asi rohaM di hami, sai pangolu hami on,” Amin.MARENDE  BE. No.  09 : 1 – 3

INTROITUS (Ayat/Tangiang)…….

MANJAHA PATIK : V – X

Haleluya……….haleluya……….haleluya

Rap ma hita mangido : “Ale Tuhan Debata! Sai pargogoi ma hami mangulahon na hombar tu PatikMi”.  Amen..

KOOR :         P N B

MARENDE  BE. No. 223:  1 – 2 (Ayat 2 Ruas jongjong)

PANOPOTION DOSA

MARENDE  BE. No. 173 : 2 – 3

EPISTEL : 5 Musa 22:23 – 29

KOOR :         P W

MARENDE  BE. No. 20 : 1 – 2 (Ayat 2 Ruas jongjong)

MANGHATINDANGHON HATA HAPORSEAON

MARENDE BE. No. 214 : 1…. (Pelean I+ II)

JAMITA:  Johanes 8 : 1 – 11

Ende Andorang Jamita: Hangoluan do hataM sibegeonnami, Ala asi ni rohaM O Debatanami

HataMi na rade bahen bohalnami, Sai patorang ma sude gabe ngolu nami

Ende Dung Jamita;  Pasupasu hataMi sai suan tu rohangki, Asa marparbuei ale Jesus Tuhanki

Sai martua jolmai na umpeop hataMi, Tangiangku namai sahat ma tu tanganMi

MARENDE  BE  No.  160: 1 + 3

TINGTING/TANGIANG TINGTING

KOOR :         P A

MARENDE  BE  No.  248 : 1…. (Pelean III )

TANGIANG PENUTUP / PASUPASU

Amen…Amen…Amen…

WARTA JEMAAT / TINGTING

1.      Selamat Ulang Tahun

Sahat ma sian Hurianta ucapan SELAMAT ULANG TAHUN / ULANG TAHUN PERKAWINAN tu ruas na berulang tahun di minggu on. Tuhanta ma namangalehon ganjang ni umur jala pasupasuNa.

2.      Sekolah Minggu

Pinangido tu sude ruas ni Huriantta asa tadaftarhonma angka ianakkonta sekolah minggu. Jemputan disediahon huriatta.

3.      Pendaftaran Baru

Pinangido tu angka na on dope marminggu, jala na so mendaftar dope gabe ruas ni huria, asa     tadaftarhon ma tu Majelis.

4.      Parjamita

Sadarion dipatupa hurianta do pertukaran mimbar daerah, namangkobasi di hurianta on amang Cln.Pdt.Ramayanti Simorangkir, STh.

5.      Ibadah PA Bersama PW HKI Daerah VII

Sadarion Minggu, 26 September 2010 dipatupa do Ibadah dohot PA bersama PW HKI Daerah VII di Hurianta HKI Pondok Gede, masuk pkl. 14.00 wib. Dipangido sude Ina ni Hurianta asa mandohoti ibadah I dohot las ni roha. Mauliate

6.      Partangiangan/Kebaktian Rumah Tangga (Evangelisasi)

Di ari Selasa, Tanggal 28 September 2010 tapatupa do Partangiangan di jabu ni keluarga R.Sitompul/Br.Nainggolan. Alamat: Perum Sari Bumi Indah, Block.D.26, No.07, RT.013/RW.002 Binong telp. 021-594 94437. Dipangido tu hita saluhutna asa renta hita mandohoti partangianganta I dohot las ni roha. Mauliate.

7.      Sermon

Di Ari Kamis 30 September 2010 patupaonta do Sermon Jemaat HKI Tangerang, masuk pukul 20.00 wib.

Himbauan:

  1. 1. Dihimbau kepada semua anggota jemaat untuk memberikan persembahan bulanan demi kelancaran pelayanan di Gereja kita ini. Tuhan Memberkati
  2. Minggu 03 Oktober 2010 :  Evanggelium : Efesus 5:22-23

Epistel             : Maleakhi 2:13-16

Ayat Bacaan Satu Minggu Kedepan

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
Pagi Mrk.12:41-44 Mat.26:6-13 1.Tim 2:8-14 Kis.13:50-52 1 Pet.5:1-4 1 Kor.1:1-10
Malam Kej.24:55-61 Yes.3:16-24 Yes 4:1-6 Ul.22:2-27 Ul.22:28-29 Kej.3:16-19

Nama Minggu Kita Sekarang :

17.Set.TRINITATIS

Topik:

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

KATA MUTIARA

Pendamping yang Benar ialah Penolong dan Pemulia”

Believe

KEUANGAN / PARHEPENGON

Saldo Kas per Tanggal 18 September 2010  Rp. 8.315.000 ,-

Penerimaan :

Persembahan tanggal 26 September 2010

Pelean I………….                               Rp.     188.000,-

Pelean II…………                               Rp.     160.000,-

Pelean III……….                               Rp.     253.000,-

Pelean IV………                                Rp.     195.000,-

Persembahan Sekolah Minggu  Rp.       40.000,-

Pelean Partangiangan St.H.Simorangkir/Br.Hutabarat (21-09-2010)                                   Rp.        83.000,-

Perpuluhan Kontrakan Gereja, Dari:

1. Kel.A.Sitorus/Br.Sinambela (Op.Sara)                                                                                                                         Rp.     200.000,-

2. Kel.N.Manalu/Br.Silaban                                                                                                                                                 Rp.     100.000,-

Iuran Tahunan dari Kel.A.Panggabean/Br.Siregar (Thn.2010)                                                                           Rp.     100.000,-

Ucapan Syukur (1 Tahun Pernikahan) Kel.F.Gultom/Br.Lbn.Tobing                                                               Rp.     100.000,-

Jumlah Penerimaan minggu lalu         Rp.  1.336.000,-

Pengeluaran :

  1. Transport Parjamita                                Rp.     100.000,-
  2. Rental + F.Copy  Acara                           Rp.       40.000,-
  3. Pelean Sekolah Minggu                           Rp.       40.000,-
  4. Persembahan IV (Kas Zending HKI)  Rp.     195.000,-

Jumlah Pengeluaran…                                    Rp.     375.000,-

Saldo Kas per Tanggal 25 September 2010 Rp. 9.359.000,-

Torop ni Parminggu di Minggu Tanggal 19 September 2010

Dewasa : 60 halak

Sekolah Minggu : 26 halak

HURIA KRISTEN INDONESIA (H K I)

Jemaat Tangerang – Resort Banten

Anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

Media Komunikasi dan Informasi Pelayanan Gereja

No. 39/HKI-T/IX/2010

SEKRETARIAT :

Jl. Raya Imam Bonjol Ruko Shinta Griya No. 12

Tangerang, Telp. 021-9176483

PENDETA HKI RESORT BANTEN:

Pdt. M. B. Purba, STh

HP. 081315802484

MAJELIS JEMAAT HKI TANGERANG :

GURU JEMAAT :

St. Drs. Y. M. Hutagalung, MM

HP. 08129250022

SEKRETARIS JEMAAT :

St. H. Simorangkir, SE

Telp. 081316831419

BENDAHARA :

St.D.Br.Pakpahan

Telp. 021-5520956

PELAYANAN JEMAAT :

Bagi warga jemaat yang membutuhkan PELAYANAN dapat menghubungi Sekretariat atau salah satu nomor telepon di atas

Minggu, 26 September 2010

17 Set. Trinitatis

PENGANTAR KHOTBAH (Epistel)

Ulangan 22:23-29

NATS KHOTBAH

Yohanes 8:1-11

PEMBAWA TATA IBADAH :

St. R.Br.Gultom

PELAYAN FIRMAN:

Cln..Pdt.Ramayanti Simorangkir. S.Th

WARTA JEMAAT / DOA WARTA JEMAAT

St.L.Br.Tambunan/St.D.Pakpahan

PEMBAWA LAGU PUJIAN :

B.J.Sidabutar

KOLEKTAN

St.T.Hutasoit & A.Gultom

PENERIMA TAMU :

Dkn.AKP.B.Siregar.SH/ H. Tambunan

ORGANIST

Ananda Br. Siregar, S.K.M

JADWAL KEBAKTIAN / KEGIATAN :

Kebaktian Minggu

Sekolah Minggu

Munggu Terakhir

Sermon Jemaat

Latihan PS PA

Evangelisasi

: Masuk pk. 10.15 WIB

: Masuk pk. 08.00 WIB

: Bahasa Daearah

: Kamis,pkl.20.00 WIB

: Kamis,pkl.19.30 WIB

: Selasa,pkl.20.00 WIB

Majelis Jemaat dan Parhalado HKI Tangerang mengucapkan

SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERIBADAH

Kepada semua jemaat, khususnya bagi saudara-saudara yang baru pertama kali mengikuti kebaktian di tempat ini. Kiranya IBADAH hari ini dapat menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus Kristus dan menyegarkan iman percaya kita. Tuhan memberkati kita semua.

Mohon Hp Untuk Di Non-Aktifkan Selama Kebaktian Berlangsung”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.